Ini Kata Bupati Dua Periode, Modal Maju di Pilkada Selain Uang Butuh Modal Ini Juga
BANGAI.ID, PEKANBARU - Politisi senior yang juga anggota DPR RI Achmad mengingatkan untuk kontestan Pilkada di sembilan Kabupaten dan Kota di Riau 2020 mendatang, uang bukan segala-galanya dalam maju sebagai Kepala Daerah. Sehingga tidak ada jaminan bagi bakal calon hanya mengandalkan kekuatan dana saja.
"Memang untuk kepala daerah faktor dominan itu adalah Figur orangnya yang pertama, makanya dibutuhkan figur pengalaman, kompetensi dan punya komitmen bekerja sungguh-sungguh untuk masyarakat,"ujar Achmad dilansir dari Tribunpekanbaru.com.
Achmad sebagai Kepala Daerah yang sukses dua periode memimpin Kabupaten Rokan Hulu, mengaku modalnya untuk tetap dipilih rakyat, selama ini menurutnya cukup bekerja dari hati dan ikhlas melayani masyarakat.
"Harus bekerja dengan hati, kalau tidak akan ada kegagalan, karena ini amanah masyarakat. Kalau sudah ikhlas berarti sudah serius dalam mengelola daerah,"ujar Achmad.
Disamping itu modal yang paling penting bagi Kepala Daera, punya hubungan emosional dengan daerah, bisa jadi tempat kelahiran dan kampung halamannya. Sehingga kata Achmad semangatnya ada dan terpanggil untuk bangun daerah.
"Popularitas juga tidak lepas, masyarakat tidak melihat hari itu saja, masyarakat akan melihat rekam jejak dari bakal calon. Lima tahun, sepuluh tahun belakang seperti apa, tidak bisa ujuk - ujuk jadi baik, karena nanti ada saatnya akan kembali ke habitatnya yang asli,"jelas Achmad.
Apalagi kata Achmad, masyarakat tidak butuh pemimpin yang instan, yang bisa menjadi baik, bisa dekat dengan rakyat ketika masa Pilkada datang. Sedangkan selama ini tidak pernah kenal dengan rakyat.
"Tidak bisa hanya tiga bulan langsung dekat dengan masyarakat, dengan modal menebar senyuman, makanya perlu survei mengukur ketertarikan masyarakat,"jelas Achmad.
Untuk maju jadi kepala daerah lanjut Achmad, uang bukan segala-galanya, uang memang perlu namun terpenting figur. Sehingga bakal calon yang ingin maju hanya mengandalkan uang mesti diperhatikan lagi.
"Kita memang tidak bisa kerja sendiri, kita butuh tim dan jaringan, operasional, logistik untuk perkenalkan diri, apakah melalui baliho disitu kita butuh dana. Uang perlu namun faktor figur harus didukung dana,"jelasnya.
Makanya kata Achmad diharapkan kepada bakal calon, jangan sampai melakukan politik uang di Pilkada, karena money politik juga bukan jaminan untuk duduk.
Saat ditanya pengalamannya dua periode duduk jadi Bupati Rokan Hulu, menghabiskan anggaran berapa, Achmad tidak mau sebut angka, menurutnya relatif.
"Butuh berapa relatif, saya ada-ada (dana) juga cuma relatif namun bagi saya di Pilkada, dana itu bukan jadi panglima,"ujar anggota Komisi VIII DPR RI ini.
Saat disinggung lagi berapa Kepala Daerah butuh anggaran untuk meju jadi kepala daerah, Achmad mengatakan tidak ada standarnya. Antara satu daerah dengan daerah lainnya beda dan karakter masyarakatnya juga beda
"Kadang masyarakat itu tidak butuh uang, mereka diperhatikan setelah terpilih nanti cukup, kadang masyarakatnya beda lagi,"ujar Achmad.
Untuk itu, Achmad menghimbau kepada seluruh kandidat yang maju di Pilkada sembilan kabupaten dan kota di Riau 2020 mendatang, maju dengan sewajarnya, terpenting jaga persatuan dan kesatuan.
"Saya kira untuk seluruh kandidat, silahkan bagi putra dan putri terbaik maju, namun jangan sampai pecah belah masyarakat kita, jaga persatuan, jual keunggulan masing-masing. sekali-kali janganlah memburukkan dan menghujat satu sama lain,"ujar mantan birokrat Pemprov Riau itu.
Program lanjut Achmad, harus disampaikan ke masyarakat, sehingga masyarakat bisa mencermati dan pikirkan sehingga punya pilihan berdasarkan program yang ditawarkan.
"Kepada masyarakat saya himbau, Pilkada ini hanya alat bukan tujuan, jangan sampai pecah belah dan muncul konflik akibat Pilkada. Selesai Pilkada masyarakat bersatu dan pembangunan terus berjalan,"jelasnya.(*)
Komentar Anda :