Selasa, 04 08 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Ketua RNA 98: Koalisi Itu Jangan Muter-muterlah...
Senin, 31-08-2020 - 07:18:17 WIB
Foto: Saayed Junaidi Rizaldi/ist/
TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, JAKARTA -- Pembentukan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai sebagai bentuk sikap anti pemerintah, karena gerakan tersebut seperti melakukan "perlawanan" dengan bertopeng demokrasi terhadap jalannya pemerintahan saat ini.

Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis (RNA) 98, Sayed Junaidi Rizaldi (SJR) mengatakan, dilihat dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi tersebut bisa dilihat sepak terjangnya selama ini dan bagaimana sikapnya kepada pemerintah.

"Saya melihat, ada semacam upaya membuat perlawanan kepada pemerintah. Kalau dibilang gerakan moral, tentu diinisiasi oleh para deklarator dari orang-orang yang berasal dari berbagai macam faksi atau kelompok yang ada di rimba politik ini . Tapi ini bisa kita lihat para inisiatornya kebanyakan pihak yang kalah Pilpres, dan yang power syndrome," ujar Sayed, Senin (30/8/2020).

Ia menilai, pembentukan organisasi tersebut menjadi sebuah tindakan dari hasil kekecewaan dan tindakan dari hasil kegagalan sehingga membentuk sebuah organisasi itu.

"Dalam konteks demokrasi memang betul yang dibutuhkan adalah pihak yang kritis, karena civil societynya harus dikuatkan. Tapi mereka ini dari barisan sakit hati, ada juga yang dipecat dari jabatan bumn, pokoknya iklim politik dibuat untuk tidak sehat. Tapi rakyat Indonesia tentu lebih cerdas lah. Saya juga yakin, organisasi seperti ini juga akan menjadi gerakan politik lihat aja nanti," tukas lulusan pasca politik UI ini.

Kehadiran organisasi tersebut dikatakannya juga memberikan ketegasan antara A dan B. Menggunakan nama KAMI seolah-olah ingin membuat jarak ada keangkuhan di situ.

"Kami itu kan berarti kan maksudnya kau bukan bagian dari kami kalau kata jamaknya Kita baru penyatuan kau dan aku. Pilihan Kami itu sudah tidak mencerminkan jati diri bangsa ini dengan budaya gotong royongnya. Bagaimana bisa kita katakan ini tujuannya baik untuk bangsa dan negara, dari namanya saja sudah melakukan bataa demarkasi yang jelas, antara situ dan sini. Menurut saya ini tidak masuk dalam sebuah parameter demokrasi yang baik," paparnya.

Dari latar belakang kehadiran para inisiator KAMI dikatakan Sayed juga berasal dari pihak yang pernah berkuasa, namun dalalm pemerintahan kali ini tidak dilibatkan.

"Mereka berkuasa sebelumnya, ada yang jadi menteri, jadi komisaris, ada juga mereka yang dari panglima TNI, ketika sudah tidak berkuasa dan sudah pensiun, tapi masih merasa sehat, energi tidak dipakai pada pemerintahan ini, kemudian mencari cara bagaimana diakui oleh masyarakat, itu sebenarnya," papar aktifis 98 ini. 

Menurut Sayed, tetap saja di dalam organisasi tersebut ada semacam elite yang mengatur, yang menentukan arah kebijakan yang diambil.

"Kalau tujuannya betul baik, mengapa merumuskan hal yang menentang bukan memberikan saran atau solusi agar Pemerintah kita bisa bekerja dengan baik, bukan malah mempengaruhi orang untuk membenci. Benar juga  beberapa pakar mengatakan kalau seandainya mau berkuasa, tunggu saja nanti Pemilu lagi. Kalau mau bikin partai, nggak usah terlalu banyak muter-muternya seperti itu," sindirnya. (*)



 
Berita Lainnya :
  • Ketua RNA 98: Koalisi Itu Jangan Muter-muterlah...
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    LUME Coffee & Lounge Siap Hadir di Pekanbaru Setelah Buka di Lima Cabang di Tanah Air, Tawarkan Konsep Tempat Bersantai Modern
    Selasa 28-07-2026 - 07:44
    Kejati Riau Geledah Kantor Disdik, Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Board 2024
    Kamis 23-07-2026 - 13:41
    Koordinasi dan Supervisi KPK Mendorong Kinerja Riau Petroleum, Plt Gubernur: Perkuat Tata Kelola, Tingkatkan Kontribusi terhadap PAD
    Kamis 23-07-2026 - 11:56
    Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun, Tumbangkan Argentina untuk Rebut Gelar Piala Dunia 2026
    Senin 20-07-2026 - 05:06
    Cara Cek Status Penerima Bansos Juli 2026, Masyarakat Bisa Lihat Posisi Desil Secara Online
    Minggu 19-07-2026 - 10:40
    Spanyol dan Argentina Berebut Takhta Dunia, Duel Yamal vs Messi Jadi Perhatian Final Piala Dunia 2026
    Minggu 19-07-2026 - 10:27
    Benni Sutanto Teliti Strategi Tingkatkan Target Penjualan di PT Victory International Futures
    Jumat 17-07-2026 - 10:53
    Karmila Sari Dorong Penguatan Regulasi LGBT Berpedoman pada Perpres Pertahanan Negara
    Rabu 15-07-2026 - 15:05
    Idris Laena : Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, tetapi Ruang Membangun Peradaban
    Minggu 12-07-2026 - 10:34
    Niat Puasa Asyura 2026: Bisa Dibaca hingga Sebelum Zawal, Berikut Lafalnya
    Kamis 25-06-2026 - 06:09
    Waspada! Longsor Lembah Anai Akibatkan Jalan Padang-Bukittinggi Putus Total
    Rabu 24-06-2026 - 16:34
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu