Usai Pertemuan King Maker KPP, Pengamat Sebut Deklarasi Anies-AHY Saat HUT Demokrat
BANGAI. ID, PEKANBARU - Analis komunikasi politik Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting mengungkapkan, koalisi Perubahan untuk Persatuan akan segera mendeklarasikan pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) Pemilu 2024.
Pasalnya, Anies dan tim delapan menghadap tiga tokoh puncak dari KPP, yakni Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh; Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY); dan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Salim Segaf Aljufri, pada Jumat (25/8) dan Sabtu (26/8).
" Saya menduga Partai Demokrat akan memanfaatkan momentum HUT partai pada 9 September, sebagai unjuk kekuatan duet Anies-AHY siap bertarung menghadapi kontestasi Pilpres 2024,” ujar Ginting kepada wartawan, Sabtu (26/8/2023).
Menurutnya, pertemuan Anies dan tim delapan dengan tiga pucuk pimpinan KPP merupakan strategi komunikasi politik untuk menduetkan Anies dengan AHY sebagai skema akhir sekaligus menunjukkan KPP semakin konsolidatif menuju fase berikutnya, yakni deklarasi Anies-AHY.
Dia meyakini, strategi komunikasi politik yang dilakukan dalam dua hari itu, bukan lagi gimmick (kemasan) politik. Pertemuan itu telah menghasilkan nama Cawapres Anies dan waktu deklarasi setelah melewati dinamika politik yang sangat keras.
" Bakal calon wakil presiden yang sebelumnya beredar untuk mendampingi Anies, kini hanya tinggal kemasan saja. Mengingat waktu pendaftaran capres dan cawapres tinggal 2,5 bulan lagi," ucapnya.
Diketahui, ada beberapa kandidat dari unsur Nahdlatul Ulama (NU), seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), kini tidak lagi mengemuka dalam bahasan koalisi tersebut.
Ginting melihat secara ril politik Anies diasosiasikan sebagai tokoh yang disorongkan Partai Nasdem. Sedangkan AHY merupakan representasi dari Partai Demokrat. Sementara PKS akan kebagian dalam pembagian kekuasaan di posisi strategis dalam kabinet, apabila koalisi ini menang dalam pilpres.
" Itulah konsensus politik dalam mengatasi konflik politik di koalisi tersebut. Paloh, SBY, dan Salim adalah king maker dalam koalisi di tengah tarik-menarik kepentingan politik yang menguras energi,” kata Ginting. (*)
Komentar Anda :