RIAUBERKABAR.COM, PEKANBARU - Dinamika politik jelang Pemilu 2024 mendatang terus bergulir dan semakin menarik untuk disimak. Muncul wacana dua poros hingga perseteruan di Koalisi yang sudah terbentuk sebelumnya.
Tidak hanya itu, kali ini muncul dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sudah sepakat mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal Calon Presiden (Bacapres).
Sejumlah partai yang sudah jelas berada dalam koalisi ini Gerindra, Golkar, PAN, PBB dan Gelora, terakhir bergabung Demokrat, hanya saja belum menetapkan siapa pendamping Prabowo Subianto untuk bertarung di Pemilu mendatang.
Sejumlah pengurus Partai Golkar tetap berharap dan mendorong ketua Umum mereka Airlangga Hartarto untuk maju sebagai bakal calon Presiden dari Prabowo.
Seperti yang disampaikan politisi dari Riau yang juga saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Muhammad Idris Laena, menurutnya sudah saat KIM menentukan bakal calon presiden.
Ia menambahkan, dari berbagai nama yang beredar selama ini, ada empat hal yang patut menjadi pertimbangan Prabowo Subianto dalam menentukan Bacapres, dan keempatnya ada pada sosok Airlangga Hartarto.
Pertama menurut Idris Laena, soal elektabilitas, beberapa lembaga survei telah merilis bahwa hasil Survei bakal calon Presiden Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan Airlangga Hartarto, termasuk sangat tinggi jika dibandingkan dengan Bakal calon Wakil Presiden yang lain.
"Pertimbangan kedua itu Golkar adalah partai yang memiliki kursi terbanyak dalam koalisi, sehingga sudah selayaknya Ketum Golkar sebagai cawapres,"ujar Idris Laena.
Berikutnya, lanjut Idris Laena, partai Golkar sebagai partai besar tentu memiliki kader tradisional yang konkrit mendukung jika Ketua umumnya menjadi bakal Calon Wakil Presiden.
"Seperti yang terjadi pada dua kali pencalonan Yusuf Kalla sebagai calon wakil Presiden. Saya yakin akan linier dengan perolehan suara Golkar,"jelasnya.
Terakhir lanjut Idris Laena, isu terbesar pada pemilu 2024 adalah Soal Ekonomi, sebagai Menko Perekonomian suka tidak suka harus diakui bahwa Airlangga sangat berpengalaman di bidang ekonomi dan terbukti sangat berpengalaman mengawal ekonomi di era pemerintahan Jokowi.
Menurut Idris Laena, yang juga ketua umum Satkar Ulama Indonesia ini, satu hal yang perlu diingat, bahwa keputusan agar Airlangga Hartarto maju sebagai Calon Presiden atau Wakil Presiden diambil dalam Rapimnas dan diperkuat dalam Munas Golkar.
"Sehingga dikhawatirkan jika
Calon Wakil Presiden yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju bukan Airlangga Hartarto, maka kader Partai Golkar tidak solid seratus Persen mendukung. Saya kira, ini harus dipertimbangkan secara serius,"jelas Idris Laena.
Komentar Anda :