Senin, 21 09 2026 | Jam Digital
 
Home Pemerintah Legislatif Politik Hukrim Selebriti Nasional Pendidikan Ekonomi Travel Sosial Olahraga Teknologi Lifestyle
 
Korban Tewas Gempa dan Tsunami Sulteng Mencapai 1.944 Jiwa
Senin, 08-10-2018 - 15:16:38 WIB

TERKAIT:
   
 

BANGAI.ID, JAKARTA - Jumlah korban yang meninggal dunia musibah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, hingga Minggu pukul 17.00 WITA tercatat mencapai 1.944 orang.

Kepala Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Sulawesi Tengah Kolonel Inf. Muh Thohir menjelaskan bahwa 815 jenazah korban bencana dikubur secara massal di Poboya, 35 jenazah dikubur massal di Pantoloan, dan 1.059 jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.

Selain itu ada 35 jenazah korban yang dimakamkan di Donggala dan delapan jenazah yang dimakamkan di Biromaru, Kabupaten Sigi.

"Sementara jumlah korban luka-luka tercatat 2.549 orang, korban hilang 683 orang, dan jumlah pengungsi 74.444 orang. Bencana juga menyebabkan 65.733 rumah rusak," kata Thohir seperti dilansir Antara, Minggu (8/10).

Thohir, yang juga Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka menjelaskan pihaknya berhasil mengevakuasi 20 mayat di Kelurahan Petobo, salah satu wilayah yang menjadi terisolir akibat gempa.

Puluhan Anak Dilaporkan Hilang

Sekretariat Bersama (Sekber) Perlindungan Anak Kementerian Sosial di Palu, Sulawesi Tengah, menerima laporan lebih dari 50 anak yang hilang saat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

"Hingga hari ini tiga anak yang terpisah dari keluarganya sudah berhasil dipertemukan kembali," kata koordinator Sekber Perlindungan Anak Febriadi seperti dilaporkan Antara.

Menurut Febriadi, laporan anak yang hilang atau terpisah dari keluarga diterima baik dari registrasi langsung di sekber, maupun hasil aduan melalui jejaring sosial media (Facebook, whatsapp), juga selebaran.

Satu anak yang berhasil direunifikasi (dipertemukan kembali) dengan keluarganya pada Sabtu (6/10) semula berada di rumah sakit, setelah selamat dari bencana. Sekber yang menerima laporan, lalu mencari dan menemukannya, untuk kemudian dipertemukan dengan keluarganya.

"Sebelum dipertemukan dengan keluarganya, kami menempuh sejumlah prosedur," katanya.

Menurut Febriadi, bila masuk laporan terkait anak hilang, maka sekber akan menyebarkan foto anak dengan menggunakan berbagai saluran informasi.

"Misalnya melalui jaringan relawan yang ada di sini. Atau kami menyebarkan foto di sejumlah tempat termasuk posko-posko bantuan tanpa mencantumkan identitas," katanya.

Pengaduan anak hilang juga dibuka di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Nipotowe Palu. Data sampai Minggu (7/10) menunjukkan telah masuk pengaduan di balai ini sebanyak 10 orang anak hilang atau terpisah dari orangtuanya.

Pencarian Korban Ditargetkan Selesai 11 Oktober

Sementara itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pencarian korban gempa Donggala dan tsunami ditargetkan selesai pada 11 Oktober 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan target itu sesuai dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan dan diharapkan tidak ada daerah yang terisolir, tidak ada kekurangan bantuan, dan daya dukung masyarakat normal.

"Artinya aktivitas masyarakat kembali normal," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Minggu.

Sutopo menuturkan hingga saat ini seluruh tim gabungan untuk pencarian dan penyelamatan korban terus melakukan proses evakuasi korban.

Ia mengatakan terhitung dari gempa Donggala berkekuatan 7,4 skala richter pada 28 September lalu, maka masa tanggap darurat menjadi 14 hari hingga 11 Oktober 2018.

"Kalau korban tidak ditemukan sudah 14 hari sehingga dalam hal ini dinyatakan hilang," ujarnya.

Meskipun evakuasi ditargetkan selesai pada 11 Oktober 2018, namun proses pencarian masih akan dilakukan namun bersifat terbatas, tidak besar-besaran seperti saat ini karena sebagian sumber daya seperti personil dan peralatan akan dialihkan untuk melakukan pemulihan wilayah.

"Bukan berarti total tidak dilakukan pencarian, tetap dilakukan pencarian cuma kekuatan baik personil maupun peralatan dikurangi," ujarnya, seperti dilansir dari cnnindonesia.com, senin(8/10/2018).

Kemudian, personil-personil yang awalnya melakukan pencarian korban, bisa melakukan aktivitas yang lain seperti perbaikan dan pembersihan puing-puing bangunan .

"Ini memerlukan waktu dan tenaga yang cukup besar untuk membersihkan puing-puing bangunan agar masyarakat tidak stress," tuturnya.

Ia menuturkan belum semua daerah bisa diakses terutama jalan ke desa-desa yang terisolir akibat akses terputus karena material longsor. Meski demikian, perbaikan darurat terus dilakukan sehingga mendorong kemudahan distribusi logistik dan akses yang lebih baik bagi masyarakat.

"Bahkan personel memberikan bantuan dengan jalan kaki," tuturnya.(*)



 
Berita Lainnya :
  • Korban Tewas Gempa dan Tsunami Sulteng Mencapai 1.944 Jiwa
  •  
    Komentar Anda :

     
    Indeks Berita
    Merajut Arah, Melangkah Lebih Jauh, X-MOC Riau Rayakan Usia ke-8
    Minggu 20-09-2026 - 12:07
    Peringatan HUT ke-48 FKPPI Berlangsung Meriah di Pekanbaru
    Sabtu 19-09-2026 - 15:02
    Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Riau Seharian
    Sabtu 19-09-2026 - 07:20
    Gedung Sekolah Diperbaiki, Namun Meja Kursi Siswa di Pekanbaru Dinilai Masih Butuh Pembaruan
    Jumat 18-09-2026 - 22:05
    BULOG dan Bapanas Akselerasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 619.290 Penerima di Provinsi Riau
    Kamis 17-09-2026 - 13:49
    Kabut Asap Makin Parah di Pekanbaru dan Sebagian Besar Wilayah Riau
    Senin 14-09-2026 - 13:23
    Usia ke-7, NOC Indonesia Perkuat Silaturahmi dengan Semangat “Setara, Bersaudara”
    Minggu 13-09-2026 - 21:51
    Daftar Sekarang, IKTS Segera Gelar Turnamen MLBB Season 1, Prizepool Rp2,8 Juta, Hanya 16 Slot
    Rabu 09-09-2026 - 22:28
    PPNI Gelar Rakerda Sebagai Penutup Rangkaian HUT
    Rabu 09-09-2026 - 15:09
    15 Pilihan Kendaraan Listrik Yadea di Jalan Durian Pekanbaru, Cek Spesifikasi dan Harganya
    Jumat 04-09-2026 - 02:38
    Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin, Motor Listrik Yadea Makin Gencar di Pekanbaru
    Jumat 04-09-2026 - 00:41
     
         
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    Hak Cipta © Riauberkabar.com | suara rakyat melayu