BANGAI.ID, JAKARTA -- Tokoh Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98, Sayed Junaidi Rizaldi menilai, kritik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo beberapa waktu belakangan terlalu banyak bermunculan, hingga mengganggu jalannya pemerintahan. Apalagi kritik yang muncul bukan kritik yang membangun.
Tidak hanya soal kinerja yang kurang, bahkan kinerja yang bagus juga tak terlepas dari kritikan bahkan cacian, sehingga pemerintah yang saat ini tengah fokus melakukan penanggulangan Covid-19 dikuatir akan terganggu.
"Kita melihat belakangan ini terlalu banyak kinerja Jokowi dikritik, bahkan kinerja para menteri, jika para menteri yang tidak bagus kerjanya itu dikritik, ya ngga masalah jika perlu minta reshuffle saja, misalnya rakyat hidup susah tapi ada menteri yg rapat kerja aja di tempat wisata, tidak peka itu menteri. Tapi jika ada Menteri yg kinerjanya bagus dan mendapatkan tanggung jawab besar dari Presiden seperti Menteri BUMN Erick Tohir, kan harusnya kita support lah, karena jangan sampai kritikan tsb menjadi amunisi para lawan politik yang belum move on dari pilpres kemaren. Seharusnya kan kita mendukung bagaimana pemerintah berupaya bekerja maksimal dalam penanganan covid ini, sehingga terukur dan cepat selesai," kata Lulusan pasca politik UI tersebut, Selasa (29/2020).
Ia juga menambahkan, apalagi yang mengkritik dan menyerang itu adalah pendukung Jokowi. Seharusnya yang diberikan kepada pihak pemerintah adalah dukungan, agar bisa semakin cepat melakukan penanggulangan Covid-19, ini semua demi Merah Putih.
"Bagaimanapun juga, sekarang ada indikasi akan terjadi resesi, kita harus bersiap siaga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri kalau tidak didukung oleh kita. Kita sebagai pendukung pendukung Presiden Jokowi sejak awal Pilpres harus men-support pemerintahan Jokowi, dalam konteks bahwasanya agar tidak menjadi ricuh. Tapi yang lucu kan kalau kita para pendukung Jokowi ini kita membuat suasana menjadi ricuh," ujarnya.
"Kita memikirkan kepentingan bangsa dan negara, jangan sampai kepentingan pribadi kita di atas kepentingan negara dan bangsa tersebut, sehingga kita secara tidak langsung mengobok-obok pemerintahan yang ada sekarang," paparnya.
"Kita bisa turut membantu dengan sepenuh hati. Jangan gara-gara kita tidak mendapatkan sesuatu, tersinggung sedikit kita melakukan hal-hal yang tidak efektif jika memang ada yang belum maksimal kan tinggal dikomunikasikan saja dengan cara dan tindakan yang baik," ujarnya.
Sayed juga menyindir pejabat yang berkerja dengan Jokowi saat ini, namun diam-diam justru mempersiapkan logistik untuk Pemilihan Presiden yang akan datang, bekerjalah untuk rakyat bukan bekerja abal - abal.
"Jangan sampai bekerja dengan Pak Jokowi, tapi justru menyiapkan logistik Pilpres 2024, itu nggak beres juga," pungkasnya. (*)
Komentar Anda :