RNA98 : Revolusi Akhlaq Itu Apakah Harus Merugikan Orang Lain?
Selasa, 10-11-2020 - 16:47:23 WIB
 |
| Foto Sayed Junaidi Rizaldi/net/* |
BANGAI.ID, JAKARTA -- Kepulangan HRS yang sudah lama ditunggu pendukungnya, menjadi pemberitaan yang hangat pada Selasa (10/11/2020) ini. Sebagaimana diketahui, awal mengenai kepulangan HRS menjadi polemic, dimana banyak kontoversi mengenai status baik masalah visa atau denda.
Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 (RNA98), Sayed Junaidi Rizaldi mengatakan, akan tetapi secara positif yang bisa diambil adalah pemerintah tidak pernah mencabut paspor HRS sehingga dia bisa pulang ke tanah air.
"Saya mengapresiasi kepulangan HRS dan lebih mengapresiasi lagi jika beliau meminta kasus yang menjeratnya tetap dilanjutkan dengan azas praduga tidak bersalah. Apalagi HRS mulai mengaungkan revolusi akhlak sehingga HRS tidak tersandera terus menerus dengan soal ini, biarlah pengadilan yang menentukan HRS bersalah atau tidak," ujar Sayed.
Kepulangan HRS ke Tanah air menurutnya juga akhirnya tercederai dan tidak sejalan dengan semangat dan konsep revolusi akhlak, dimana para pendukungnya melakukan show force yang mengakibatkan arus lalu lintas macet total menuju bandara Soetta.
"Fasilitas public dan bandara yang rusak belum lagi mengakibatkan banyak penumpang yang gagal berangkat termasuk kawan saya yang akan ke pekanbaru.
Seharusnya apabila akan melakukan show force dari pendukung bisa dilakukan dengan tertib dan damai serta menghargai hak-hak public," imbuhnya.
Niat yang baik untuk menjemput HRS akhirnya hilang ketika yang terjadi dilapangan adalah bentuk pengerusakan dan lainnya.
"Sehingga menurut saya konsep revolusi akhlak itu membawa kedamaian dan kenyamanan bagi orang lain," pungkasnya. (*)
Komentar Anda :