Kabinet Harus Diresfhuffle, Saatnya Jokowi Tepati Janji untuk Aktivis 98
Minggu, 13-12-2020 - 18:53:08 WIB
 |
| Foto: Fernando Sitorus |
BANGAI.ID, JAKARTA -- Adanya menteri bermasalah lebih dari satu saat ini membuat sejumlah menteri lainnya merangkap pekerjaan. Sehingga satu menteri memegang lebih dari satu jabatan.
Ketua Rumah Politik Indonesia, Fernando Sitorus mengatakan, hal itu tentunya berdampak kepada kinerja masing-masing menteri, karena tidak lagi fokus mengurusi satu bidang yang ia pegang sebelumnya.
Karena itu, dikatakan Fernando, hal ini perlu dicermati oleh Presiden Joko Widodo, untuk segera mengambil langkah resfhuffle menteri, dan melakukan perombakan besar-besaran.
"Kondisi ini menjadi momen yang tepat bagi Presiden Joko Widodo untuk melakukan perombakan kabinet. Jangan sampai ini berlarut, karena akan berdampak kepada kinerja menteri, dan tentunya otomatis akan berpengaruh kepadanya jalannya pemerintahan," ujar Fernando, Minggu (13/12/2020).
Fernando juga mengatakan, bagaimanapun, Jokowi harus mengambil langkah yang berani, dan mencari calon menteri yang sudah teruji, yang mampu untuk selalu berada di garda depan soal berbangsa dan bernegara. Selain menteri, menurutnya KSP pun harus diganti.
Dosen UTA 45 ini juga mengatakan, jika perombakan dilakukan nantinya, maka hendaknya Jokowi juga mengambil dari aktivis 98, sebagaimana yang pernah Jokowi janjikan beberapa waktu lalu, dan juga para aktifis 98 juga sudah teruji kematangan dan militansinya, jangan pilih aktifis 98 yang kaleng-kaleng tentunya," tegas Fernando
"Saya sangat rekomendasikan kawan-kawan 98 bisa masuk dalam kabinet. Apalagi Jokowi pernah berjanji akan ada aktivis 98 yang menjadi menteri. Saya rasa saat ini sudah waktunya menepati janji tersebut dan menjadi momen yang tepat. Apalagi kita sama-sama tahu, sejumlah kawan-kawan aktivis 98 bisa dibilang cukup layak untuk menempati posisi tersebut, yang bisa kita lihat dari sepak tarjangnya beberapa waktu belakangan," pungkasnya. (*)
Komentar Anda :