BANGAI.ID, PEKANBARU - Program STEP Tanoto Foundation laksanakan pelatihan Aplikasi Pemantauan Sekolah (APS) untuk para pengawas 4 Kabupaten dampingannya (Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelalawan).
Bertempat di Fox hotel, Pekanbaru, Pelatihan APS diikuti oleh 16 orang pengawas dan 5 orang operator Dinas Pendidikan masing-masing kabupaten. Pelatihan berlansung selama 2 hari, mulai dari tanggal 27 Februari hingga 28 Februari 2020.
Hadir dalam acara tersebut, Plt kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pelalawan Muhammad Zalal, dalam sambutannya mengatakan selama ini pelatihan untuk pengawas sekolah sangat jarang, apalagi yang berkaitan dengan pembelajaran dan management sekolah.
Dengan adanya pelatihan aplikasi pemantauan sekolah ini diharapkan pengawas dapat melaksanakan tugasnya sesuai tupoksi dan dapat melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah dan guru di wilayah tugasnya masing-masing.
"Kami sangat berterima kasih kepada Tanoto Foundation yang telah mengadakan pelatihan ini, karena dengan Aplikasi Pemantauan sekolah ini dapat mempermudah meng update dan mendeteksi kondisi sekolah terkini baik dalam hal pembelajaran maupun managemen sekolah,"Kata M. Zalal.
Sri Wahyuni District Coordinaor STEP Provinsi Riau menjelaskan pelatihan Aplikasi Pemantaun Sekolah ini dilaksanakan selama 2 hari tangal 27-28 Februarai, hari pertama peserta akan diperkenalkan secara singkat tentang Aplikasi Pemantauan Sekolah yang dilanjutkan dengan instalasi dan uji coba aplikasi.
Pada hari kedua peserta akan diajak untuk simulasi pengumpulan data dengan menggunakan instrument langsung ke 2 sekolah I Pekanbaru.
Ditambahkan Sri Wahyuni manfaat APS ini sebagai alat sederhana yg bisa digunakan pengawas untuk melihat kelebihan dan kekurangan sekolah binaan.
Alat ini berbasis teknologi informasi (IT), smartphone; yg semua pengawas bisa melakukannya, menyediakan data ttg manajemen sekolah dan pembelajara, data bersifat rinci, real time, dan sensus (semua sekolah diambil datanya), murah dlm pemeliharaan dashboard.
"Aplikasi ini dibuat oleh tim PINTAR Tanoto Foundation untuk diberikan kepada dinas pendidikan,"ujar Sri Wahyuni.
Seorang peserta dari Kabupaten Pelalawan Syafrudin, memgatakan pelatihan ini sangat besar manfaatnya bagi mereka selaku pengawas, sebab dengan system aplikasi kerja semakin cepat dan data juga akan akurat tidak bisa diubah-ubah.
"Disamping itu di era milineal ini kami pengawas dituntut untuk semakinmahir dengan menggunakan IT,"ujar Syafrudin.
Sementara itu, ME Spesialist Provinsi Riau Mengatakan pemantauan melalui Aplikasi Kobo Collect diharapkan mampu menemukan permasalahan yang ada di sekolah secara cepat berdasarkan indikator dari aspek MBS dan Pembelajaran.
Sehingga solusi yang dihadirkan tepat sasaran berdasarkan permasalahan yang ditemukan.
Kegiatan STEP Project akan berakhir Juni 2020, STEP Project melakukan Pelatihan Aplikasi Pemantauan Sekolah bagi pengawas dan Fasilitator MBS yang merupakan salah satu bagian exit strategi yang berkelanjutan pasca STEP.
Hasil yang diharapkan dalam pelatihan ini adalah Pengawas dan fasilitator lokal MBS memiliki kemampuan dan pemahaman tentang penggunaan Aplikasi Pemantauan Sekolah.(rls)
Komentar Anda :