Ade Minta Ponpes di Riau Agar Diberi Perhatian Khusus oleh Pemprov
Sabtu, 30-05-2020 - 09:03:04 WIB
 |
| Foto: Ade Agus Hartanto/ist/* |
BANGAI.ID, PEKANBARU -- Rencana pemberlakuan new normal oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau disambut positif oleh banyak pihak, termasuk dari kalangan wakil rakyat. Kebijakan baru tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi perekonomian masyarakat karena Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.
Ketua Fraksi PKB DPRD Riau, Ade Agus Hartanto mengatakan, pihaknya memiliki catatan khusus kepada pemerintah. Utamanya dari sektor pendidikan. Dimana saat ini, Pemda telah mewacanakan untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, tentunya bukan hal yang mudah untuk dijalankan, mengingat anak-anak belum begitu sadar akan kesehatan seperti orang dewasa.
Karena itu, dikatakan Ade, perlu adanya penerapkan standar protokol kesehatan yang telah ditentukan. Ia meminta Pemda juga memperhatikan sekaligus memberikan perhatian lebih kepada pondok pesantren (ponpes) yang ada di Riau.
"Seperti kita tahu, di Riau cukup banyak Pondok Pesantren, dan satupun tidak ada yang negeri. Saya minta agar pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada Pondok Pesantren nantinya, ketika new normal diberlakukan," kata Ade, Sabtu (30/5/2020).
Penerapan protokol khusus di Ponpes dikatakan Ade bukan tanpa alasan. Karena selama ini, ponpes sendiri cenderung mandiri dalam menjalankan sistem pendidikan. Bahkan bisa dikatakan sama sekali tanpa bantuan dana dari Pemda. Sehingga, pada saat ini diharapkan peran serta pemerintah dalam mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ponpes pada masa pandemi saat ini.
"Misalnya dengan melengkapi kebutuhan atau peralatan sesuai standar protokol kesehatan. Seperti penyedia termho gun untuk seluruh ponpes, penyediaan sarana cuci tangan bersih, peralatan penyemprot disinfektan beserta cairannya, obat-obatan bila di perlukan hingga vitamin bagi para santri," tuturnya.
Ade berharap, agar Pemda bisa mendukung Ponpes agar tetap berkegiatan kembali, namun tetap mengikuti standar protokol kesehatan, sehingga santri yang melanjutkan studinya bisa belajar dengan aman dan nyaman seperti sebelumnya. (*)
Komentar Anda :