RIAUBERKABAR.COM,PEKANBARU - Daerah Kulim Kota Pekanbaru dikenal sebagai sentra produksi makanan olahan ringan keripik ubi, pasarnya sudah luas di Provinsi Riau bahkan sampai ke luar Provinsi Riau.
Hal ini disebabkan, karena keripik ubi Kulim ini sendiri sudah dikenal dan memiliki ciri khas tersendiri dari ubi lainnya.
Ditambah lagi, dukungan dari para petani di Kulim yang memiliki ketersediaan bahan baku ubinya, sehingga produksi keripik ubi ini terus berjalan dan berkembang di Kulim.
Sehingga tidak salah di sepanjang jalan Lintas Timur Pekanbaru - Pelalawan, banyak ditemukan pusat oleh-oleh yang menjual keripik ubi Kulim.
Seorang pelaku usaha keripik Ubi Kulim Pekanbaru Mahmud Raso H saat disambangi mengaku untuk permintaan keripik ubi menurutnya cukup bagus, bahkan sudah mulai dilirik pasar internasional yakni Malaysia.
Biasanya pelaku usaha keripik ini memproduksi dan akan datang pedagang membeli dengan cara pembelian jumlah besar atau borongan, namun ada juga yang datang beli kiloan.
Mahmud sendiri saat ini pasarnya masih di seputaran Pekanbaru dan beberapa Kabupaten dan Kota di Riau, seminggunya baru bisa produksi lebih kurang 2 ton.
Bahan bakunya ia dapatkan dari para petani pemilik kebun ubi di Kulim yang datang langsung mengantarkan ke tempat produksinya di Jalan Palembang I RW 01 Kelurahan Sialang Rampai Kulim Pekanbaru itu.
"Kalau bahan baku kita tidak kesulitan, karena di Kulim ini sangat banyak petani ubi,"ujar Mahmud Raso H.
Selain sudah cukup di kenal di pasar lokal, ternyata keripik ubi Kulim Berkah yang merupakan brand dari Mahmud Raso H ini juga sudah dilirik untuk masuk ke pasar Malaysia.
Karena pengusaha dari Malaysia sudah datang untuk survei, menurut mereka keripik ubi Kulim ini sudah memenuhi kriteria kualitas standar di Malaysia.
"Jadi ada permintaan untuk pasar di Malaysia, tentu akan kami persiapkan nantinya,"ujar Mahmud.
Untuk harga sendiri di pasar lokal, Mahmud Raso H menjual perkilonya Rp25 ribu,, ia menyediakan sejumlah varian rasa, mulai dari original, balado dan varian rasa lainnya.
Usaha keripik ubi Berkah Kulim ini sendiri sudah berdiri sejak empat tahun silam, sebelumnya Mahmud bekerja di sebuah perusahaan finance, memilih berhenti dan menjalankan usaha keripik ubinya.
Saat ini, Mahmud sudah memiliki beberapa karyawan yang membantunya dalam produksi keripik ubi tersebut.
Komentar Anda :