Lihat Korban Pingsan, Royhan Lakukan Perbuatan tak Senonoh, Rencana Memperkosa Gagal Gara-gara Ini
BANGAI.ID, PEKANBARU -- Terungkap sudah peristiwa perampokan dan dugaan pencabulan yang dialami seorang bidan yang berinsial YL di Pemulutan, Ogan Ilir pada 19 Februari lalu.
Polisi berhasil meringkus pelaku setelah sempat dihebohkan dengan salah tangkap. Hasil pemeriksaan polisi diketahui ternyata pelaku yang bernama Royhan tidak memperkosa korban tapi hanya melakukan ini.
Tim Jatanras Polda Sumsel membekuk pelaku dugaan pemerkosaan terhadap seorang bidan berinisial YL di Pemulutan, Ogan Ilir pada 19 Februari lalu.
Sempat buron sebulan, pelaku diamankan di kediamannya di Pemulutan pada Senin (18/3/2019) dini hari. Dua pelaku atas nama Royhan (29 tahun) dan Marozi (31 tahun), dibekuk polisi. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memimpin langsung rilis penangkapan dua pelaku ini.
"Dua pelaku ini merupakan pelaku perampokan dengan kekerasan. Namun fakta sebenarnya bahwa selain pencurian dengan kekerasan, pelaku ini mencabuli korban."
"Penangkapan pelaku karena terlacak dari barnag bukti," kata Kapolda saat rilis di Mapolda Sumsel, Senin (18/3/2019). Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kain untuk membekap korban dan satu unit handphone Nokia milik korban.
"Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP, pencurian dengan kekerasan. Tentu akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," tegas Kapolda. Tersangka Royhan pun mengaku khilaf saat melancarkan aksinya tersebut.
Ia mengakui telah mengambil handphone dan uang sebesar Rp 400 ribu milik korban. "Saya awalnya mau ambil barang korban. Setelah berhasil masuk lewat jendela, ternyata korban melawan dan saya bekap hingga pingsan," kata Royhan.Namun ia membantah keterlibatan rekannya Marozi saat melancarkan aksinya. "Kalau dia (Marozi) langsung pulang," ucapnya. Seperti dilansir dari tribunpekanbaru.com, Selasa (19/3/2019).
Lakukan Perbuatan Tak Senonoh
Dua tersangka yakni Royhan (29) warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir yang merupakan pencuri dan pencabulan terhadap korban. Sedangkan, tersangka Marozi Dusun 1 Desa Muara Dua Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir merupakan penadah ponsel hasil curian yang dilakukan Royhan.
Royhan yang menjadi pelaku tunggal perampokan terhadap bidan YL, ternyata memang punya niat akan memperkosa bidan YL. Saat ia sudah mengambil ponsel dan uang milik bidan YL, niat Royhan untuk memerkosa muncul ketika melihat tubuh korban yang sedang tertidur. "Saat korban melawan, langsung aku pukuli. Ketika akan memerkosa korban, tidak jadi karena anaknya menangis. Jadi hanya pakai jari saja, tidak jadi diperkosa," ujar Royhan yang diamankan, Senin (18/3/2019).
Usai melakukan perampokan dengan mengambil uang senilai Rp 400 ribu dan ponsel korban serta mencabuli, ternyata korban pingsan. Tersangka Royhan langsung keluar dan diduga sempat membersihkan jejak kakinya sebelum keluar dari rumah korban.
"Aku masuk dari jendela rumah korban," katanya. Royhan tersangka perampokan dan pencabulan bidan YL di Pemulutan Ogan Ilir. Royhan tersangka perampokan dan pencabulan bidan YL di Pemulutan Ogan Ilir.
Pelaku Ditembak
Katim Heri Gondrong Jatanras Polda Sumsel dan timnya dikabarkan yang menangkap dan mengungkap kasus pemerkosa Bidan YL.
Video Katim Heri Gondrong bersama tersangka di RS Bhayangkara diposting akun instagram @palembang_bedesau. Katim Heri bilang "mission complete" sambil menunujukkan salam khas pecah sikel.
Dalam video tampak juga para perawat juga menunjukkan salam pecah sikel.
Sementara tersangka tampak sedang terbaring dengan kaki tertembak dan tengah dirawat oleh para medis. Kasus pemerkosaan bidan YL ini memang jadi perhatian masyarakat. Apalagi sempat diwarnai aksi salah tangkap dengan korban Ari Ismail. Katim Heri dan kawan-kawan idola netizen ini ternyata terlibat dalam proses penangkapan tersangka.
Ini menambah catatan baiknya, karena selama ini mereka beberpaa kali terlibat dalam pengungkapan kasus-kasus menonjol lainnya. Disamping Katim Heri tetap juga memberantas pungli dan parkir liar di Palembang. Kabar tertangkapnya pelaku pemerkosaan dan perampokan terhadap bidan YL disambut positif oleh keluarga Ari Ismail.
Sempat Salah Tangkap
Sebelumnya diketahui beberapa waktu lalu Ari Ismail (25) sempat menjadi korban penculikan dan penyekapan oleh orang tidak dikenal. Dia disiksa dan dipaksa mengaku sebagai pelaku kejahatan yang menimpa bidan YL. Iwan, kakak ipar Ari Ismail mengaku lega dengan kabar tertangkapnya pelaku yang sebenarnya.
"Kami sendiri baru tahu pagi ini kalau pelaku sebenarnya sudah tertangkap. Syukurlah, kami lega mendengarnya. Berarti ini semakin menjadi penjelas, bahwa adik ipar saya tidak terlibat dalam kasus bidan itu,"ujarnya saat dihubungi Tribunsumsel.com, Senin (18/3/2019).
Ari Ismail sendiri, saat ini kondisinya sudah sehat dan telah kembali bekerja seperti biasanya sebagai seorang supir truk. "Dia (Ari) sekarang lagi antar barang ke Jakarta. Alhamdulillah, sudah sehat dan sekarang sudah bisa bekerja seperti biasanya,"ujar Iwan. (*)
Komentar Anda :