BANGAI.ID, PEKANBARU - Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT memiliki pikiran maju dan pandangan jauh ke depan. Dia berkeinginan pembangunan di Pekanbaru ini memiliki integrasi antara satu sama dengan lainnya, pembangunan fisik dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Setelah, sukses membuka dan membangun Kawasan Industri Tenayan (KIT), untuk penopang KIT tersebut saat ini walikota sedang merancang menyiapkan tenaga ahli dan terampil dibidangnya yakni Pembangunan Politeknik Pekanbaru.
Kepala Dinas pendidikan Kota Pekanbaru, Dr H Ismardi Ilyas, Selasa (9/11) menjelaskan bahwa progres pembangunan Politeknik Negeri Pekanbaru secara simultan terus berjalan dengan baik. Seperti diantaranya, kajian naskah akademis dan kajian kelayakan pendirian itu sudah disusun.

Berikutnya juga sambil proses itu berjalan, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengusulkan ke Pemerintah Pusat tetap berjalan.
"Artinya sejauh ini prosesnya (pendirian Politeknik Pekanbaru) bergerak terus, dan kita mohon dukungan semua pihak. Karena memang Politeknik ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjawab tantangan dunia kerja di tahun-tahun mendatang, " papar Ismardi.
Bahkan, berdasarkan MoU pada hari Rabu (3/11) lalu, untuk rintisan dan tahap awal pembangunan Politeknik Pekanbaru ini nantinya akan menginduk ke Politeknik Negeri Batam.

Walikota Pekanbaru Firdaus Memimpin FGD membahas kajian rencana pembangunan politeknik Pekanbaru
Sedangkan ruang lingkup MoU ini dalam bidang pendidikan dan pelatihan, Penelitian, pengkajian dan pengembangan, dan pendampingan yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah dan sumber daya manusia untuk kesejahteraan masyarakat di Kota Pekanbaru.
Pada MoU tersebut, dari Pemko Pekanbaru dihadiri Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus, ST,MT, Sekda Pekanbaru H Muhammad Jamil MSi; Ass 1 Drs. H. Syofaizal, MSi; Asisten 3, Masykur Tarmizi, SSTP, MSi; Kepala Bappeda H. Ahmad, ST., MT; Kadisdik Dr H. Ismardi Ilyas, MAg; Kabag Kerjasama, Fajri Adha S.STP, MSi dan delapan tenaga ahli dari Pemko Pekanbaru.
Kemudian dari Polibatam turut hadir, Direktur Polibatam, Dr. Uuf Brajawidagda; Wakil Direktur I Bidang Akademik, Ahmad Riyad Firdaus, P.hD ; Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Bambang Hendrawan, MSM; Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Dr. Muhammad Zaenuddin; Kepala Satuan Hilirisasi Inovasi dan Layanan Usaha (SHILAU) Muslim Ansori SE, MAk., CPA., CA; dan Ketua Jurusan Manajemen Bisnis Polibatam, Arniati, SE., MSi., Ak, CPA, CA., PhD.
Diaikui Ismardi, di Pulau Sumatera memang ada beberapa Politeknik, namun setelah dievaluasi sesuai krakter daerah yang dimiliki Pekanbaru, yang memiliki kesamaan adalah Kepri yang memiliki Politeknik Batam." Ini sesuai dengan kondisi Pekanbaru yang sekarang sudah menjadi kota metropolitan, dan 20 tahun lagi menjadi megapolitan, " paparnya.

Walikota Pekanbaru Firdaus Memimpin FGD membahas kajian rencana pembangunan politeknik Pekanbaru
Pekanbaru membutuhkan sarjana terapan, sarjana terampil yang dibutuhkan dunia industri. Dikataknya Politeknik ini sangat dibutuhkan baik masyarakat. Bagi Pemko Pekanbaru hal itu untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga kerja dengan keberadaan KIT yang saat ini dalam proses pembangunan juga.
"Kita nanti punya KIT yang membutuhkan 155 ribu tenaga kerja. Dan ada banyak industri disana, itu memerlukan tenaga kerja yang siap pakai. Dari mana? Tentu dari sini kita siapkan (Politeknik Pekanbaru) untuk bisa bersaing mengisi peluang yang ada, ini menjadi tanggungjawab Pemerintah tentunya, " jelasnya.
Disampaikannya juga, untuk target pembangunan Politeknik Pekanbaru diharapkan bisa selesai 2021 ini, dan tahun berikutnya sudah bisa menerima peserta didik. Untuk bangunan sudah dipersiapkan Pemko, yaitu menggunakan gedung SMK Teknologi Pekanbaru yang saat ini ditempati oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Disana semua fasilitas sudah lengkap. Sudah terdapat ruangan belajar, asrama, dan segala pendukungnya termasuk laboratorium. Dan akan bertahap untuk sarana dan prasarana pendukung lainnya disiapkan.
"Kita sudah punya modal untuk Politeknik ini, yaitu bangunan yang sudah siap. Untuk tenaga pendidik akan kerjasama dengan Politeknik yang ada di Riau. Bisa dengan Politeknik Caltex, Bengkalis, maupun Kampar,'' urai Kadisdik.
Diungkapnya lagi, karena yang diusulkan itu politeknik negeri, Pemko Pekanbaru berharap respon baik dari Pemerintah Pusat untuk segera menyetujui administrasi dan Politeknik Pekanbaru jalan. ''Dan target Pak Wali Kota juga tahun ini bisa selesai. Tapi melihat kondisinya jadi agak molor dari target tahun ini, "jelasnya.

Sementara itu, Asisten 3 Setdako Pekanbaru Masykur Tarmizi menyampaikan, meski Pemko Pekanbaru menggesa bisa beroperasi menjelang priodesasi Firdaus-Ayat berakhir April 2022, ada moratorium pendirian Politeknik negeri baru.
"Dengan moratorium ini tentu membuat laju semangat kita terganggu. Harapan kita moratorium ini dicabut, sehingga kota Pekanbaru menjadi kota Pertama yang segera dibangun Politeknik setelah moratorium dicabut,'' tegasnya.
Hal ini karena, keberadaan Perguruan tinggi di Pekanbaru juga masih kurang. "Berdasarkan data yang didapat. Untuk Perguruan tinggi, di Riau termasuk ibukota provinsi, Kota Pekanbaru masih sangat kekurangan, " singkatnya.(advertorial)
Komentar Anda :