BANGAI.ID, PEKANBARU -- Anggota DPRD Riau, Bagus Santoso, melakukan launching sekaligus bedah buku ketiga miliknya dengan judul "Demokrasi Wani Piro", di Perpustakaan DPRD Riau, Senin (4/3/2019).
Ketua DPRD Riau, Septina Primawati Rusli sangat mengapresiasi keberhasilan rekan sejawatnya tersebut dalam berkarya diluar tugasnya menjadi wakil rakyat.
"Kita berikan apresiasi yang setinggi tingginya buat pak Bagus, memang beliau ini latar belakangnya seorang jurnalis, dan banyak menulis buku. Sungguh produktif, kita sangat apresiasi," kata Septina.
Septina menceritakan, bahwa pada tiap periode, Bagus Santoso sudah mencetak beberapa buku dimana kesemuanya merupakan favotrit Septina. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menggelitik pembaca, Septina yakin buku ke tiga dengan judul Wani Piro tersebut akan laris dipasaran.
"Di setiap periode itu ada buku yang dibuat, judulnya menggelitik, jadi kita ucapkan selamat, mudah mudahan cita cita beliau untuk mencapai yang lebih tinggi tercapai," kata Septina lagi.
Untuk diketahui, Buku ini berisi 220 halaman yang terdiri dari 3 Sub Bab (Demokrasi, Politik dan Kekuasaan, Riau, Masa Kini dan Masa Depan dan Politik Desa Hidup itu Anugerah).
Buku ini merupakan buku ketiga bagi politisi PAN ini setelah sebelumnya sukses melounching buku dengan judul Menantang Elit Parpol dibedah di Kampus UIN tahun 2007 dan Merakyat Tak Dapat Di Buat-buat tahun 2014.
"Ini buku ketiga setelah dua buku sebelumnya dilounching. Semoga bisa bermanfaat, khususnya bagi pelaku politik di Riau," papar Bagus Santoso.
Bagis menjelaskan, judul "Demokrasi Wani Piro" tidak terlepas dari situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di tengah masyarakat.
"Cerminan pada Pemilu 2014 lalu, tidak bisa dipungkiri jika istilah Wani Piro atau bayar berapa terjadi. Buku ini mengungkap apa yang terjadi secara empiris, buku ini bisa memberikan jawaban dan solusi terhadap situasi politik," imbuhnya.
Foto: Anggota DPRD Riau, Bagus Santoso, melakukan launching sekaligus bedah
buku ketiga miliknya dengan judul "Demokrasi Wani Piro", di
Perpustakaan DPRD Riau, Senin (4/3/2019)/ist/*
Lounching dan bedah buku ini juga menegaskan bahwa anggota DPRD sebagai corong dan cermin pelaku politik dituntut profesional, harus memiliki kemampuan pengetahuan, dan siap memberikan informasi yang strategis dalam peran penting untuk membangun masyarakat, memajukan dan menjayakan daerah Riau.
"Ilmu pengetahuan dan pengalaman terbukti ampuh membantah tudingan Anggota DPRD asbun (asal bunyi) bicara tidak berdasar data," jelasnya.
Untuk diketahui, buku tersebut dengan pengantar Saiman Pakpahan Pengamat Politik, Dosen Universitas Riau dan Ruslan Ismail Mage Direktur Eksekutif Sipil Institut Jakarta ini diterbitkan oleh penerbit Nusamedia Bandung dan dicetak di Yogyakarta.
Pada buku yang bersampul hitam ini juga ditaburi berbagai komentar dan pandangan dari ahlinya para pakar, profesional, akademisi, wartawan dan politisi antara lain: M Hapiz Pimred Riau Pos, Ahmad S Udi Pimred Riauterkini.com.
Doni Rahim Pimred Haluan Riau, Yanto Budiman Situmeang Pimred Majalah Azam, Zulmansyah Sekedang Ketua PWI Provinsi Riau, Dheni Kurnia wartawan Senior mantan Ketua PWI serta Saiman Pakpahan Akademisi. (adv)
Komentar Anda :