"Kita sebagai serumpun Melayu, tentunya merasakan prihatin dan sedih oleh saudara kita di Rempang dan Galang yang mendapat tekanan dari aparat di Barelang,"ujar Syahril Abubakar.
Sebagai masyarakat Melayu Syahril Abubakar menghimbau kepada seluruh elemen aparat masyarakat dan LAM Kepri duduk bersama berunding, jangan sampai ada korban lagi.
"Kita menghimbau jangan ada lagi tekanan yang refresif kita berunding dengan baik, pemerintah yang menangani masalah ini harus ada kesepakatan semuanya baru bergerak,"ujarnya.
Menurut Syahril, harusnya bagaimana pemerintah memberikan pendampingan dan dicerdasakn anak bangsa, jangan sampai ada yang dicederai karena kepentingan investasi.
"Kita memang inginkan investasi, dan negara kita juga maju namun jangan sampai menghilangkan tradisi anak kemenakan. Seperti apa masyarakat dimanusiakan jangan sampai masyarakat Melayu seperti tinggal di sarang satwa,"ujar Syahril.
Pihaknya di Riau sebagai warga serumpun Melayu sangat prihatin dan menyampaikan salam bagi anak Melayu di Kepri semoga ada jalan terbaik dari pemerintah.
"Kita ingin suasana menjadi teduh, jangan sampai terjadi lagi anak-anak kecil berlarian dan menyedihkan, karena adanya kekerasan aparat,"jelas Syahril.(*)